100 SITUS GAME PILIHAN HOTGAME


Memilih 100 situs game dari ribuan situs di belantara internet bukanlah hal yang mudah. Boleh
jadi masih banyak situs game yang bagus, tapi tersembunyi karena kurang promosi dan nggak masuk datanya di puluhan
search engine. Jadi, pilihan ini barangkali nggak semuanya memuaskan kamu. Tapi dengan 100 situs game pilihan
HotGame ini, sudah jauh dari cukup untuk memandu kamu supaya nggak tersesat di belantara internet. Klik aja! (vicman)

IPB Badge

INFO GAME

1. www.hotgame-online.com

Nggak usah dikenalin lagi. Semua juga sudah tahu, ini situs resmi majalah
HotGame. Isi HotGame Online tentu saja sama dengan majalah
HotGame, plus fitur-fitur komunitas.

2. www.videogamesindonesia.com

Info gamenya oke. Forumnya rame. Salah satu situs info game Indonesia yang bertahan lama.

3.
www.gameindo.com

Selain
info game, situs game berbahasa Indonesia ini juga menampilkan babes.
Lalu dalam forumnya ada topik “Perempuan yang suka nyakitin co nya,
karena dia sayang ama conya?”

4.
www.gamespot.com

Kalau mau tahu info game terbaru, inilah situsnya. Dari
news, preview, review, screenshoot, hingga movies
dari berbagai platform konsol ada di situs milik jaringan CNET Network
ini. Tapi nggak semua halamannya gratis, perlu 24.95 dolllar AS untuk Get Complete Gamespot.

5. www.ign.com

Memang
nggak cuman game yang menjadi content situs ini, ada juga info film,
musik, dan hiburan lainnya. Tapi untuk info game, situs ini nggak kalah
dengan situs game lainnya. Gratis, tapi ada juga halaman berbayar.

6.
www.gamestop.com

Situs
ini mengklaim kalau punya 30.000 pelanggan. Sebab selain menyajikan
info game terbaru, GameStop.com Inc. sebagai pemilik situs ini menjual software, hardware, aksesoris, merchandise game, dan majalah komputer lewat situs ini.

7.
www.gamespy.com

Dikelola
dari kantornya di Irvine, California, AS, situs info game ini
menyediakan data statistik game online ternama. Membernya dibagi
menjadi tiga, yaitu Basic (gratis dengan iklan), Ad-Free (berbayar
tanpa iklan), dan Founder Club (berbayar dengan free membership jaringan Gamespy).

8. www.gamezone.com

Halaman
index situs ini lebih banyak menampilkan info PC. Tapi sebenarnya info
game konsol lain nggak kalah komplet. Ada juga info berdasarkan genre.
Nilai lebih situs ini ada fasilitas free email.

9. www.gameszoom.com
Nggak terlalu banyak fiturnya. Simpel dan pas bagi pencari info game
yang nggak mau terlalu banyak ngeklik. Cheat dan Guide juga tersedia di
sini. Ada juga edisi bahasa Perancis-nya.

10.
www.videogamesnews.com

Seperti namanya, fokus situs ini pada berbagai info game terbaru. Namun sebagian besar dari info,
review, preview, dan movies game diambil dari situs-situs game yang masuk dalam jaringannya.

11.
www.gamebiz.com.au

Ini
situs game dari Australia, tapi isinya nggak kalah sama bikinan
Amerika. Tapi karena memang kebanyakan game bikinan Amerika dan Jepang,
mau nggak mau situs ini hanya sebagai alternatif lain.

12.
www.eurogamer.net

Kalau
di Australia ada situs buat gamer, maka di Eropa pun ada. Situs yang
dikelola Eurogamer Network Ltd. ini berbasiskan di Brighton, Inggris.
Informasi game yang disajikannya juga nggak kalah dengan situs game
dari Amrik.

13.
www.hotgames.com

Namanya mirip dengan majalah kamu ini. Sama dengan yang lain, info game di situs ini juga cukup bagus. Hanya sayang, banyak
banner atau iklan yang mengajak gamer ke situs judi.

sources : http://www.hilman.web.id/posting/blog/773/100-situs-game-pilihan-hotgame-.html

Kebohongan Itu Amat Nyata

KOMPAS.com – Tidak ada yang bisa menyangkal dampak buruk pemanasan global. Frekuensi topan, badai, dan angin puting beliung di beberapa negara, termasuk Indonesia, makin sering terjadi dibandingkan 20 tahun lalu. Ini adalah bukti nyata. Seruan global pengurangan suhu global pun membahana.

Pertemuan negara-negara pemilik hutan tahun 2005 di Marakesh, Maroko, juga menyepakati pelestarian lingkungan. Tanpa seruan global, Indonesia sejak tahun 1970-an sudah mencanangkan pelestarian hutan, termasuk reboisasi.

Namun, pengurangan hutan terjadi. Faktor-faktor penyebabnya adalah pertambahan jumlah penduduk dari 120 juta orang menjadi 240 juta orang sekarang ini, ekspansi perkebunan kelapa sawit serta kepentingan bisnis yang menopang pertumbuhan ekonomi, dan penyelundupan hasil kayu ke luar negeri.

Tak semua perambahan hutan negatif karena itulah salah satu konsekuensi pembangunan ekonomi, termasuk penyediaan lahan untuk perumahan dan pabrik. Hal yang mungkin dicegah keras adalah perambahan hutan untuk ekspor gelondongan ilegal.

Hal yang mendorong tulisan ini adalah bersama negara lain pemilik hutan, Indonesia menjadi sorotan soal pelestarian demi penurunan pemanasan global. Bank Dunia tahun 2007 menyebutkan, Indonesia penghasil karbon dioksida (CO) terbesar akibat perambahan hutan, tuduhan kontroversial.

Ada beberapa hal yang mencurigakan. PBB memiliki skema pelestarian hutan, yang dinamai Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD). Pendukung REDD mengatakan, cara ini terbaik dan tercepat. REDD diperkuat pada pertemuan Kopenhagen, Denmark, Desember 2009.

Indonesia berkomitmen melakukan skema REDD. Imbalannya, Indonesia mendapatkan bantuan dari Norwegia 1 miliar dollar AS. Hal ini juga akan diterapkan di Brasil, sejumlah negara di Amerika Selatan, Asia, dan Pasifik Selatan. Sekelompok negara maju, termasuk Australia, Inggris, Denmark, Perancis, Jerman, Jepang, Swedia, dan AS, berkomitmen untuk pendanaan REDD.

Indonesia berkomitmen menanami pohon di lahan seluas 21 juta hektar untuk mengurangi 26 persen emisi rumah hijau pada 2020 dari level 1990 dan akan mengurangi 41 persen jika ada tambahan dana dari Barat.

Mengapa harus mengandalkan bantuan asing untuk reboisasi. Bukankah ada dana reboisasi?

Mengapa pendalaman skema REDD mengalami kemajuan pesat dibandingkan program utama pemanasan global? Bukankah mayoritas pemanasan global disebabkan emisi di luar kerusakan hutan? Sejumlah ahli mengatakan, kontribusi kerusakan hutan pada emisi global adalah 15 persen, selebihnya adalah emisi bahan bakar fosil, yang meningkat lebih cepat ketimbang deforestasi.

Intergovernmental Panel on Climate Change memperkirakan perubahan fungsi lahan memberikan kontribusi CO sebanyak 1,6 Gt karbon per tahun. Sebagai perbandingan, emisi bahan bakar menyumbang CO sebesar 6,3 Gt karbon.

Mengapa hutan di sejumlah negara berkembang menjadi sasaran. Organisasi Pangan Dunia (FAO) menyebutkan, deforestasi hutan global mencapai 13 juta hektar per tahun, termasuk hutan-hutan di negara kaya.

Harian India, The Times of India, edisi 28 Mei 2010, mempertanyakan, mengapa China dan India tak diikutkan dalam REDD. Pada pertemuan di Oslo, Oslo Climate and Forests Conference, 27 Mei, Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg menjawab. ”Kami akan fokus pada semua hutan. Namun, kami kini masih lebih memusatkan pada pelestarian hutan yang ada saja dulu,” kata Stoltenberg.

Para peneliti terus mempertanyakan keanehan itu. ”Penanganan hutan-hutan di negara maju juga tidak kalah penting,” kata Michael Richardson dari artikelnya berjudul ”Ensuring Redd is Not Mere Pulp Fiction” di The Straits Times edisi 7 Juni. Richardson adalah peneliti di Institute of Southeast Asian Studies.

Para aktivis dan elite terkait pembangunan ekonomi dan lingkungan yang paham artikel Richardson secara implisit menyindir kecurangan Barat, yang mendambakan pertumbuhan dengan toleransi polusi dikompensasikan dengan pelestarian hutan di negara berkembang, yang paling membutuhkan pembangunan ekonomi untuk mengangkat status sosial ekonomi 1,2 miliar orang global.

Pertemuan di Bonn

Skandal makin terkuak pada pertemuan di Bonn, Jerman, 31 Mei-11 Juni, yang dihadiri perunding dari 185 negara. Pertemuan menyepakati pengurangan emisi 80-95 persen pada tahun 2050 untuk negara maju dan tak terlihat rencana untuk 2020. Basis pengurangan emisi juga bukan 1990. AS menginginkan basisnya adalah tahun 2005.

Pertemuan Bonn sukses menancapkan REDD, berupa bantuan 10 miliar dollar AS per tahun selama 2010-2012 hingga lebih dari 100 miliar dollar AS sejak tahun 2020.

Negara berkembang menilai tak ada kemajuan mendasar soal perang melawan pemanasan global. ”Diskusi tidak menyangkut esensi,” kata Kim Carstensen dari WWF International.

Ketua Delegasi Bolivia Pablo Solon mengatakan, ”Ini bukanlah debat yang kita inginkan.”

Ketua Badan PBB soal Iklim (UN Framework Convention on Climate Change) Christiana Figueres mengatakan, pemerintahan harus menghadapi tantangan ini. Yvo de Boer, yang digantikan Figueres, pesimistis. ”Kita dalam perjalanan panjang untuk mengatasi perubahan iklim,” kata De Boer.

Alden Meyer dari Union of Concerned Scientists, berbasis di AS, meledek. ”Harapan Figueres terlalu tinggi.”

Harian Inggris, The Guardian, edisi 9 Juni menuliskan hal yang lebih maut lagi. Ketimbang mengurangi emisi minimal 30-40 persen pada 2020, negara maju malah menaikkan emisi 8 persen. Hal ini dilakukan dengan melakukan trik dalam kalkulasi pengurangan emisi. Trik ini adalah penggunaan pasar karbon untuk melegalkan emisi sebanyak 30 persen di negara maju dengan kompensasi pelestarian di negara lain.

Harian yang sama edisi 8 Juni menuliskan, Barat melakukan tipuan dengan mempersembahkan data penanaman hutan, tetapi menunjukkan data penebangan nyata. ”Ini skandal yang tak punya rasa dan malapetaka bagi iklim,” kata Sean Cadman dari Climate Action Network, koalisi dari 500 kelompok lingkungan dan pembangunan dari seluruh dunia. ”Hanya Swiss yang tidak mau melakukan itu,” kata Cadman.

Demikian pula soal komitmen bantuan untuk REDD. Bantuan yang dinyatakan adalah bantuan yang sebelumnya dijanjikan diberi, tetapi dialihkan ke bantuan pelestarian hutan.

Antonio Hill dari Oxfam mengingatkan negara berkembang bahwa ada potensi bantuan itu akan menjadi utang dan akan merugikan karena bantuan REDD berasal dari bantuan yang tadinya diperuntukkan bagi peningkatan sistem kesehatan dan pendidikan. Ketua Delegasi Uni Eropa Laurent Graff membantah. ”Bantuan itu nyata dan benar-benar dipersiapkan.

sources : http://sains.kompas.com/read/2010/06/13/07114084/Kebohongan.Itu.Amat.Nyata